Tuhan, Palestina Jangan Redup


Tuhan, Palestina Jangan Telungkup

Pagi itu, aku duduk menelan aroma pagi yang menua
Tapi otakku selalu dibayang-bayang cerita duka Gaza Palestina
Menyayat hati membuat iba menangis aku di beranda.

Termangu aku, sakit dan retak rasanya dalam dada
Tak berkedip aku menyaksikannya di layar kaca,
Seraya menghujam doa kepada-Nya;
Tuhan Azza Wajalla, bebaskan Palestina.

Lamat-lamat kulangkahkan kaki meraup air suci
Lalu bersimpuh, sujud dengan menyebut Gaza Palestina dalam doa
Aku tak tahan... aku tak tahan... aku tak tahan... Tuhan!
Tak sanggup aku, menyaksikan tangis pilu mendayu-dayu,
Darah anak-anak, bocah, dan kaum ibu tumpah mengalir di atas debu,
Share:

Darah-Darah Suci


Darah-Darah Suci

Kawan, lihatlah!
Tak ada lagi anak-anak kian kemari, bermain sambil tertawa,
Tapi berlari terbirit-birit, menjerit penuh luka lebam di tubuhnya.
Tak terlihat ibu-ibu memasak dan menyiapkan sarapan pagi dengan tenang,
Tapi bersembunyi dalam keganasan, gemuruh peluru yang menghujam.
Tak terlihat seorang ayah pergi bekerja dengan penuh harapan,
Tapi berteriak dengan kecemasan dan tantangan kematian.

Apa kalian kira mereka takut?
Tidak, yang ada hanya semangat berjuang,
Berjihad dengan nama Tuhan.

Ya, anak-anak, bocah ingusan berjuang dengan lantang,
meski dengan batu dan kerikil jadi persenjataan.
Share:

TERKINI

POPULER

Ragam

TERKINI