Kritik Harus Bersolusi


Kritik Harus Bersolusi

Adakalanya dalam hidup ini kita merasa jenuh, merasa muak. Ketika rasa itu datang, maka ego mulai ingin bertindak, walau pun hanya dengan melalui retorika. Hal itu sering terjadi ketika kita sudah memasuki sebuah lembaga. Tentunya di sana kita pasti berhadapan dengan teman sekaligus lawan.
Teman dalam sebuah lembaga, namun juga tidak jarang orang mengistilahkan juga sebagai lawan kompetisi dalam sebuah lembaga tersebut.
Semua itu tidak asing lagi di dunia perkuliahan, umumnya di mata mahasiswa. Tidak jarang mahasiswa sekarang yang hanya mampu mengungkapkan rasa kecewanya dengan keegoisan. Tentunya saja kekecewaan itu karena ketidakadilan serta ketidakpuasan, baik terhadap kinerja, pelayanan maupun kebijakan lembaga tersebut. Misalnya kinerja organisasi mahasiswa (Ormawa), bahkan kebijakan dan pelayan yang diberikan universitas atau perguruan tinggi.
Itu buktinya mahasiswa sekarang mampu beretorika belaka, dengan membaca lingkungan sekitar, artinya mereka cukup kritis, bahkan terlalu kritis. Namun sayangnya, hanya sebatas retorika. Mampu mengkritik orang lain, tanpa memberi solusi yang tepat. Kadang-kadang kritikannya menimbulkan masalah baru, sehingga masalah yang sedang dibicarakan terasa diabaikan saja tanpa terselesaikan.
Boleh mengkritik, tidak ada yang melarang. Namun seharusnya, kritikan yang disampaikan haruslah berisi. Artinya kita mengkritik sekaligus memberi solusi terbaik, terima atau tidaknya alasan yang kita berikan, itu urusan belakangan, yang jelas kita membawa sesuatu yang berarti, bukan sekedar omong kosong belaka. Jadi, sebagai mahasiswa tentu kita sudah dicap sebagai kamu intelektual. Mahasiswa yang bisa memilih dan memilah yang terbaik dari semua yang baik, bukan sekedar mahasiswa kritis belaka.
Wahyu Saputra
Mahasiswa Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS UNP.

Artikel ini pernah terbit di Koran Harian Singgalang
Share:

Lafazd Niat Puasa


Niat Puasa Bulan Ramadhan 
1.      Niat Puasa (Sebulan Penuh)
niatsebulanpuasa
Sengaja aku berpuasa Sebulan Penuh bulan Ramadhan karena Allah Ta”ala








2. Niat Puasa (Harian)
niatharianpuasa 
Sengaja aku berpuasa esok hari menunaikan Fardhu Ramadhan tahun ini kerana Allah Ta’ala

3.     Doa Berbuka Puasa
doaberbuka
Ya Allah bagi Engkau aku berpuasa dan dengan Engkau beriman aku dengan rezeki Engkau aku berbuka dengan rahmat Engkau wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.
4. Do'a Setelah Berbuka Puasa
doasesudahberbuka
Ya Allah! Kerana Engkau aku berbuka puasa dan kepada Engkau aku beriman dan atas rezeki dari Engkau aku berbuka puasa telah hilang dahaga sudah menjadi basah segala urat. Ya Allah! Aku minta diampuni dosaku dengan rahmat Engkau yang meliputi segala sesuatu.

Sumber: Orang Tua, Guru Agama, dan Buku-buku agama

Lafadz Niat Puasa Sunnah
         Dibawah ini adalah lafadz niat puasa sunnah. bagi siapa saja yang mau mengamalkannya semoga Allah memberi balasan dan memberi jalan keluar dari semua kesulitan dalam hidup ini, dan semoga kita senantiasa mendapatkan Taufiq dan hidatahNya, amin. amin amin.
  1. Niat Puasa Senin – Kamis
نويت صوم يوم الاثنين سنة لله تعالى
" NAWAITU SAUMA YAUMUL ISNAIN SUNNATAN LILLAHI TA'ALA 
“ Saya niat puasa hari Senin, Sunnah karena Allah ta’ala.”


نويت صوم يوم الخميس  سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA YAUMUL KHOMIS SUNNATAN LILLAHI TA'ALA 
“ Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.”

  1. Niat Puasa Daud
نويت صوم داود سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA DAWUD SUNNATAN LILLAHI TA'ALA 
“ Saya niat puasa Daud , sunnah karena Allah ta’ala

  1. Niat Puasa Hari-hari Putih .
نويت صوم ايام البيض سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA'ALA
“ Saya niat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah ta’ala.”

  1. Niat Puasa Bulan Muharram (Puasa ’Asyura)
نويت صوم عشر  سنة لله تعالى
“ Saya niat puasa hari ’Asyura , sunnah karena Allah ta’ala.”

  1. Niat Puasa Bulan Rajab
نويت صوم شهر رجب سنة لله تعالى 
NAWAITU SAUMA SYAHRI RAJAB LILLAHI TA'ALA
“ Saya niat puasa bulan Rajab , sunnah karena Allah ta’ala.”

  1. Niat Puasa Sya’ban
نويت صوم شهر شعبان سنة لله تعالى
“ Saya niat puasa bulan sya’ban , sunnah karena Allah ta’ala.”

  1. Niat Puasa Syawwal
نويت صوم شهر شوال سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA SYAHRI SYAWWAL SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH 
“ Saya niat puasa bulan Syawwal , sunnah karena Allah ta’ala.”

  1. Niat Puasa Bulan Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah & ‘Arafah).
نويت صوم ترويه سنة لله تعالى 
NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH
“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH
“ Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”


" MOHON MAAF BILA ADA KESALAHAN TULISAN " 


Sumber: belajardanberamal-naser.blogspot.com/2010/07/lafadz-niat-puasa-sunnah.html

Share:

Mengapa Harus Sistem Kekeluargaan?


            Memang, di dunia ini begitu banyak sistem yang kita temui. Begitu pula dengan jenjang pendidikan di perguruan tinggi. Terserah kita mau memakai dan memasuki sistem yang mana. Demi hidupnya sebuah instansi maupun organisasi, semua bebas memilih sesuai kesepakatan bersama. Asalkan saja, organisasi yang
sedang dijalani bisa eksis, dikenal, tentunya anggotanya bisa senasib sepenanggungan.
Selama ini sangat banyak yang salah mengartikan arti dari kekeluargaan. Tidak jarang adakala sistem yang dibentuk tidak sesuai dengan kenyataannya. Misalnya saja sistem kekeluargaan, yang diharapkan bisa lebih memiliki hidup seperasaian jo sepenanggungan. Namun, dalam kesehariannya tidak nampak adanya kekeluargaan tadi, yang sukses tetap sukses, yang lengang tetap dilengahkan. Apakah ini yang dinamakan kekeluargaan?? Hal ini tentu harus diperjelas sistem kekeluargaannya seperti apa.
Sistem kekeluargaan sebenarnya bagus, walaupun disamping itu juga banyak kelemahan yang ditemui. Bukan sistemnya yang lemah, namun orang-orang yang berada dilingkungannya yang membuat kelemahan tersebut. Misalnya saja, apabila kita menerapkan sistem kekeluargaan tentu sistem bawahan dan atasan semakin jauh. Bahkan karena terlalu akrab dengan adanya sistem kekeluargaan tadi, bisa saja kewajiban yang dipikul semakin lalai dilaksanakan. Kadang tidak bisa mandiri, karena terbiasa dilakukan secara keluarga, sehingga enggan melaksanakannya sendiri.
Nah, yang lebih parah lagi, mengaku menerapkan kekeluargaan, namun kenyataannya tidak demikian. Setiap orang-orang yang berada di dalamnya memiliki prinsip yang berbeda. Jika memang sebagai layaknya sebuah keluarga, bukankah perbedaan itu harus dirangkul agar bisa menyatu penuh kenyamanan dalam sebuah keluarga, namun tidak sedikit yang mengucilkan perbedaan tersebut. Jadi dari sanalah kita harus memilih, sikap dan sistem apa yang patut kita jalani, supaya tidak salah kaprah dari “kekeluargaan”.
Wahyu Saputra
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inonesia FBS UNP, TM 2008



Share:

KBM Sambil Nikmati Pesona Lembah Harau


        Dalam rangka menunaikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), mengadakan Kemah Bakti Mahasiswa Baru (KBMB) 2011. Kegiatan tersebut diadakan di Kanagarian Tarantang Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota. Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, Jum’at-Minggu, 18-20, yang diikuti 650 orang mahasiswa baru (Maba).
Kegiatan tersebut sebagai ajang keakraban, antara mahasiswa yang ada di FBS UNP.  Selain itu juga sebagai sosialisasi dan bakti mahasiswa pada masyarakat di Kanagarian Tarantang. Acara tersebut memberi kesan tersendiri bagi Maba, panitia, tentunya juga bagi masyarakat yang tinggal daerah tersebut.
Hari pertama kegiatan tersebut dimulai dengan acara perkenalan Maba dengan segenap panitia. Kemudian para peserta mempersiapkan diri dalam penampilan minat dan bakat, yang akan diperlombakan, semua itu dikoordinir oleh panitia penanggungjawab tenda masing-masing.  Setelah itu, malamnya dilanjutkan dengan hiburan yang disajikan panitia.
Sedangkan pada hari kedua, kegiatan tersebut mulai dibuka langsung oleh Wakil Wali Nagari Payakumbuh. Pembukaan tersebut berlangsung sangat meriah, yang diselingi beberapa hiburan, seperti Pembacaan Puisi Aku Karya Chairil Anwar oleh Drs. Andria Catri Tamsin, M.Pd, selaku PDIII FBS UNP, serta hiburan Tembang Kenangan dari Wakil Wali Nagari Kecamatan Payakumbuh, dan hiburan dari beberapa Maba. Setelah itu peserta mulai melakukan aktivitas bakti kepada masyarakat yang ada di Kenagarian Tarantang.
Bakti tersebut tersebut terbagi dua kelompok, sebagian dimulai dengan pembersihan sampah-sampah yang berserakan di pinggiran dan kawasan Sarasah Bunta Lembah Harau, serta sebagian lagi bakti dalam menolong masyarakat di sana dalam pembersihan dan perbaikan mushala. Tentunya semua yang dilakukan para peserta dan panitia saat itu penuh dengan berbagai rintangan, sehingga tidak jarang rintangan yang menghambat itu menciderai, namun semangat peserta dan panitia KBMB tidak pernah patah, seperti robohnya jembatan di Kanagarian Tarantang waktu itu.
Setelah seharian dengan berbagai kegiatan, tentu sangat menguras stamina fisik dan otak. Dengan demikian perlu direfresh, maka pada malam harinya, tepat malam minggu sebagai malam puncak kegiatan, para panitia memberi berbagai hiburan kepada segenap peserta untuk menghilangkan kejenuhan. Mulai dari penampilan yel-yel dari semua peserta per-tenda. Kemudian diisi dengan hiburan Orgen Tunggal, sehingga menggoyangkan semua kepenatan, yang akhirnya kepenatan yang membalut itu hilang dari tubuh.
Pada minggu pagi, kegiatan mulai dilanjutkan, dengan membangunkan semua peserta dalam rangka renungan suci, yang diberikan langsung oleh Amar Salahuddin, selaku ketua BEM FBS UNP. Setelah matahari mulai muncul, peserta mulai menguasai pagi dengan jogging bersama menuju Air Terjun Lembah Harau. Menikmati embun pagi yang dibalut dinginnya angin, yang kian lama kian menghilang dengan rasa kebersamaan. Dalam situasi yang tidak bisa dilupakan itu, segenap peserta dan panitia memanfaatkan moment untuk berfoto bersama, mandi bersama, dengan penuh suka ria.

Wisata Harau Terasa dalam Benteng
Lembah Harau terletak di Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Lembah yang lebih  dari 270, 5 hektare ini mempunyai tujuh air terjun (Sarasah) yang mempesona. Di sisi kawasan tersebut, terdapat pagar tebing cadas yang curam dan lurus juga menantang. Memasuki Taman Wisata Lembah Harau, kita merasa “dikepung” tebing kemerah-merahan setinggi 150 hingga 200 meter. Tebing itu tegak mengelilingi lembah.
Uniknya lagi, bukit-bukit itu berada tegak lurus dengan tanah pijakannya. Harau memang sebuah lukisan alam maha karya Pencipta Alam Semesta. Ia begitu menggoda, memikat, dan penuh pesona. Pemandangan sekitar lembah makin menakjubkan kala pelangi pagi turun sehabis hujan. Berpadu dengan sawah dan pepohonan menjadi pemandangan yang menak­jubkan. Saya yang baru pertamakali ke sana langsung ber­decak kagum apalagi bila sawahnya sedang menguning. Sayangnya ketika itu baru siap panen.

Mandi di Kolam Kaki Air Terjun Harau
Sebenarnya banyak tempat untuk menikmati kesejukan air terjun di daerah Harau, salah satunya di kawasan Lembah Sarasah Bunta yang  terdapat empat Air Terjun, dengan bentuk, ukuran serta suasana yang tentunya berbeda dengan Air Terjun lainnya. Ketika kita memasuki kawasan air terjun tersebut, kita dimanjakan dengan suasana dingin, sejuk walaupun rimba disekelilingnya tidak begitu perawan lagi. Keindahan dan kesegarannya terasa nyaman di hati dan membuat tentram jiwa raga. Kesegaran dan kesejukan terpancar dari air tersebut.
Namun pada pagi itu, rombongan KBMB sepakat memilih salah satu kolam pemandian persis di bawah kaki air terjun. Suasana air terjun relatif besar, dengan alami yang besarnya menyesuaikan volume air terjunnya, sehingga membentuk kolam. Air terjun tersebut ditampung satu kolam alami yang airnya sejuk dan bersih. Kolam ini terbilang cukup luas dan mampu menampung puluhan orang untuk bermain air. Jadi selain untuk kegiatan Kemah dan Bakti, rombongan KBMB berkunjung menikmati sensasi air terjun yang membeku tubuh tersebut.

Mengenal Prasasti ECHO
Di dalam Lembah Harau kita bisa menikmati pemandangan sawah terhampar, pemandangan dinding tegak berwarna yang sangat memanjakan mata. Dan disalah satu dindingnya, ada prasati yang bertuliskan Echo. Jika kita berdiri tepat di depannya, maka dinding itu akan memantulkan suara kita,bunyi itulah yang disebut dengan Echo. Akan tetapi bila kita bergeser sedikit saja, maka suara kita tidak akan terpantulkan. Kita juga akan menemukan beberapa gua kecil, hasil kreasi alam, tapi sayang tangan-tangan jahil meninggalkan coretan-coretan yang merusak keindahan dindingnya.

Ketika Uji Adrenalin
Kalau kita petualang sejati, Harau juga memang menyediakan tempat berkemah. Bisa mikmati sensasi kesejukan di alam bebas yang menyegarkan pikiran. Harau selalu menyimpan berbagai pesona. Bagi pecinta panjat tebing misalnya, ada kawasan yang tidak jauh dari lokasi air terjun Akar Berayun, terdapat dinding yang ideal sebagai tempat panjat tebing bertaraf nasional. Selain itu di Air Terjun Sarasah Bunta juga terdapat tempat Outbond yang sensasinya menggetar jantung.
Selain itu bagi para penggemar arung jeram. Silakan uji nyali di derasnya air Sungai Batang Salimpauang. Di kanan kiri sungai, kita disuguhi rerimbunan vegetasi hijau dan hamparan padi sawah yang memikat hati. Itulah beberapa catatan kecil tentang Harau ketika kemah bakti tersebut. Rasanya tidak cukup waktu KBMB selama tiga hari untuk menjelajahi serta menikmati seluruh potensi yang terhampar di sana.
Hingga sore itu, peserta dan panitia KBMB meninggalkan kawasan yang indah permai tersebut. Namun sejumlah tempat peristirahatan yang terkesan natural yang telah melayani kepenatan rombongan KBMB, sebenarnya belum terpuaskan melihat-lihat fenomena yang ada. Semoga bisa ke sana lagi dilain waktu.
Wahyu Saputra
Mahasiswa Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS UNP.

Share:

Puisi Tentang Kota Padang


BINGKUANG KOTAKU

Aku perantau dari kejauhan
Meniti jalan dari ujung pesisir, Bangkahulu menuju kota Bingkuang
Teluk Bayur pelabuhan gadang peninggalan zaman
Jalannya sang perantauan ke kota dagang

Hai kawan
Padang namanya, kotaku kotamu kota kita
Kota Bingkuang julukannya bukan bait-bait slogan
Tapi lihat, Terminal Bingkuang persinggahan kenangan
Lengang, namun ia terbang tinggi menjulang
di bawa musafir dan perantauan ke negeri seberang

Hai kawan
Lihatlah, tak kah kau sapa, pedagang minang dipinggir jalan
Jejeran bingkuang nan gadang-gadang
Beralunan lagu tembang kenangan
Buah tangan dari Padang

Oh, Padang Kota Bingkuang
Namamu ku kenang di sepanjang zaman
tak lapuk dalam ingatan
hingga ragaku sirna dan terbenam

Padang, September 2011
(Salah Satu Puisi Nominasi dalam Lomba Padangdalam Puisi=Inilah 150 Puisi Terpilih untuk Padang Kotaku!)

PROTES PANTAI PURUS

Masih kuingat, tepat lima tahun silam
Tiga sekawan menginjak kaki di kota padang
Kuikuti langkah kaki ayunan tangan
Sejalan telusuri petang pantai pinggir Padang
Kuhempaskan penat di sela batu tersusun panjang

Mengenang masa indah
Kupotret matahari yang tenggelam di balik lautan
Bola mataku berputar memandang awam
Tersenyum, ombak bersatu mengejar pasir perawan
Menjangkau kaki-kaki menjuntai di atas tumpukan batu
Menggulung, menghempas, seolah mendengar cengkrama hati
“Indah dan damainya Pantai Purus”

Kini lima tahun itu telah lenyap dari pandangan
Kujejaki pantai pinggir Padang seorang
Tak kulihat lagi batu tempat kubersandar dulu
Semua hilang di bawah selimut tirai cinta
Ah, zaman sekarang semakin suram
Mereka lebih memilih hitam daripada putih
Ia menyukai temaram remang daripada terang cahaya-Nya

Dari kejauhan redup cahaya langit-Mu
Kulihat kaki muda-mudi bersilang
Duduk di atas kursi rendah tak berkaki
Bernaung di bawah payung-payung asmara
Bersatu di muara bandar menuju lautan
Semoga tak kulihat lagi.

Padang, September 2011

Share:

Puisi di Malam Sunyi

Secangkir Kopi Penghangat

ketika angin berhembus dari pusaran
rasa ngilu menggelinding rangka hati
menggigil tak berkutik

kenanglah
di bawah baling-baling kipas tua itu
kubersandar manja bercengkarama bersama meja
sekali-kali kuteguk secangkir kopi dengan mesra
pahit manis terasa

hei, pekat ingatkah
rasa pahit menjalar dari bibir ke naluri dahaga
mengantar malam menjemput rasa manis
Tolong hangatkan malamku lagi

Padang, Malam Sunyi 2011




Oh, Aduhai

oh, aduhai
di sudut kejauhan kutermangu
kulihat, kau berdiri naik hingga berjalan turun
paras indah mengingat hati nan rindu
lenggak-lenggok gaunmu mata tertuju

oh, aduhai
sang dewi peri hati beraroma kasturi
nyanyian pagi hilangkan rasa sunyi
berjalan di bumi dengan hati tak berlari
menari penuh budi

oh, pemikat hati
bidadari indah ciptaan ilahi
bila kulihat lagi


Padang, Pagi Subuh 2011


  
Wahyu Saputra
Mahasiswa Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS UNP


Share:

TERKINI

POPULER

Ragam

TERKINI