Perjalanan Ngeblog





Juara lomba blog Hari Blogger Nasional oleh Blogger Camp Id lihat di sini


Juara 1 lomba blog FFestival Siti Nurbaya 2016  oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang.


Juara III Lomba Fotografi dalam Festival Siti Nurbaya 2016 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, dengan judul foto “Sipak Rago”

“bangga boleh, sombong jangan.”

Thanks God!
Terima kasih Pemko Padang, Terima kasih FSN 2106.

Share:

Destinasi Taplau Padang dengan Seribu Pesona

Wajah baru Pantai Padang yang bersih dan asri. (dokumen pribadi)
Oleh Wahyu Saputra

PADANG- Siapa yang tidak kenal dengan kota Padang, yang sangat terkenal di ranah Minangkabau. Siapa pula yang tidak ingat dengan nama Siti Nurbaya, sebuah cerita lama dengan hikayat cinta yang ternama. Apabila ingat Siti Nurbaya, tentu juga akan ingat dengan kota Padang tercinta. Begitu pula sebaliknya, bila menyebut kota Padang pasti terbayang Siti Nurbaya dengan kisah cintanya. Siti Nurbaya sangat erat pautannya dengan kota Padang.

Semua orang tahu, bahwa kota Padang merupakan salah satu daerah terbesar di pantai barat Pulau Sumatera sekaligus ibu kota dari provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Padang sendiri merupakan pintu gerbang barat Indonesia dari Samudra Hindia. Padang merupakan Daerah dengan jumlah penduduk paling banyak di provinsi Sumbar. Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Kawasan Pantai di Muaro Gunung Padang mulai tampak asri dan indah. (dok. pribadi)
Kota Padang menjanjikan seribu cerita dengan pesona pantainya yang indah. Dengan kekayaan dan keindahan alam yang dimilikinya, Padang semakin berbenah dan semakin berkembang tiap tahunnya, bahkan mulai mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Pesatnya penduduk kota Padang, tidak membuat masyarakat kota Padang kehilangan kearifan lokalnya. Perkembangan zaman membuat kota Padang sebagai kota kenangan yang tidak akan hilang eksistensinya dalam segala modernitas dan masyarakat kekinian.
Share:

Festival Siti Nurbaya 2016 Event Edukasi dan Pelestarian Budaya Minangkabau

Aksi memukau dari Sendra Tari "Satampang Baniah"
pada penutupan Festival Siti Nurbaya 2016 di Tugu Perdamaian (dokumen pribadi)
Oleh Wahyu Saputra

"Siti Nurbaya, hikayat cinta yang melegenda. Kini kembali hidup di tengah modernitas dalam pentas Festival Siti Nurbaya sebagai "Alek Nagari" ranah Minangkabau kota Padang tercinta, yang kujaga dan kubela."

PADANG- Pemerintah Kota Padang semakin ulet dalam melakukan pembaharuan dari berbagai aspek, bukan hanya tata kelola kota, tempat wisata, namun juga mengenai adat dan budaya Minangkabau bagi generasi muda. Gebrakan adat dan budaya Minangkabau ini perlu diedukasikan bagi generasi muda, agar tidak lengah, lupa, dan meninggalkan identitas keminangannya.

Semakin terbukti, sejak saya bermukim dan menimba ilmu di kota Padang sejak 2007 yang lalu, dari tahun ke tahun wajah kota Padang semakin berubah menjadi indah dan asri, terutama tempat wisata kawasan Pantai Padang. Hal ini membuktikan keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Padang beserta jajarannya membenahi kota Padang ke arah yang lebih baik.
Share:

Festival Siti Nurbaya 2016 Adakan Lomba dengan Konsep Kekinian


Lomba "Manggilaing Lado", Kamis (8/9). (dokumen pribadi)
PADANG- Perhelatan Festival Siti Nurbaya (FSN) 2016 memang memberikan warna yang berbeda dari tahun sebelumnya. Meskipun FSN 2016 ini memiliki kemiripan dengan FSN sebelumnya, tapi dengan konsep yang sangat kauh berbeda. Perbedaannya terutama dapat dilihat dari antusiasme masyarakat kota Padang untuk menyukseskan FSN 2016, khususnya berbagai komunitas anak muda se-kota Padang.
 
Selain melibatkan puluhan komunitas, FSN 2016 juga mengadakan berbagai lomba yang juga banyak melibatkan anak muda dengan konsep kekinian, seperti lomba di media sosial (lomba instagram (foto dan video), lomba blog, lomba facebook, lomba twitter, lomba email kuesioner, lomba campaign bbm, lomba campaign whatsapp), dan lomba fotografi yang bisa diikuti oleh siapapun, bahkan orang dari luar kota Padang.
Share:

Puluhan Komunitas di Kota Padang Semarakkan Festival Siti Nurbaya 2016


Komunitas Reptil di Kota Padang ";Reptile Fram" di Festival Siti Nurbaya, Rabu (7/9). (dokumen pribadi)
PADANG- Mayoritas masyarakat yang berdomisili di Minangkabau, khususnya kota Padang Sumatera Barat (Sumbar) mungkin sudah kenal dan lebih akrab dengan Festival Siti Nurbaya (FSN). Pasalnya FSN ini sudah diselenggarakan sejak 2011 lalu, dan pada tahun 2016 ini merupakan yang keenam kalinya diadakan Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Namun hal yang berbeda pada helatan FSN 2016 ini, Pemko Padang banyak melibatkan kaula muda untuk berpartisipasi menyemarakkan perhelatan ini. Berbagai komunitas anak muda pun berbondong-bondong dan antusias berpartisipasi. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 30 komunitas ikut menggemakan festival adat dan budaya kota Padang ini.
Share:

Puluhan Pelajar Jerman Meriahkan Festival Siti Nurbaya 2016

Pelajar Jerman foto bersama dengan memberi dukungan Festival Siti Nurbaya 2016, usai "menggiliang lado"
dan "mamanggua karambia" di Murao Lasak Padang, Jumat (9/9). - (dokumen pribadi)
PADANG- Selalu ada yang unik pada helatan Festival Siti Nurbaya (FSN) 2016. Keunikan FSN keenam ini menjadikan sebuah kejutan bagi masyarakat kota Padang. Tentu saja karena hal-hal seperti ini sangat jarang terjadi dalam masyarakat kota Padang. Pasalnya, pada helatan FSN 2016 yang berlangsung dari tanggal 7-10 September 2016 lalu ini banyak dimeriahkan oleh turis asing.
Share:

Turis Asing Ikut Manggiliang Lado Pada Festival Siti Nurbaya 2016

Jennifer
PADANG- Festival Siti Nurbaya (FSN) 2016 benar-benar membawa peserta dan pengunjung untuk merasakan budaya tradisional daerah kota Padang Sumatera Barat (Sumbar). Berbagai perlombaan tradisional sudah disiapkan oleh pihak panitia untuk menyemarakkan perhelatan FSN 2016 ini, salah satunya manggiliang lado dan mamangua karambia.
Share:

Festival Siti Nurbaya 2016 Menyuguhkan Film Salisiah Adaik

Foster Film Salisiah Adaik, sumber: @sitinurbayafestival
PADANG- Festival Siti Nurbaya (FSN) 2016 yang digelar oleh Pemerintah Kota Padang pada Rabu (7/9) pukul 19.00 malam menayangkan film Salisiah Adaik karya sutradara Ferdinand Almi. Film karya pemuda Minang asal Pariaman ini telah menoreh prestasi sebagai Film Daerah Terbaik pada Festival Piala Maya 2014 yang lalu. 

Film Salisiah Adaik atau Perselisihan Adat mengangkat cerita kisah cinta antara sepasang kekasih. Namun cinta mereka terhalang oleh adat masing-masing daerah yaitu antara adat Pariaman dan Payakumbuh. Film ini kembali diputarkan dalam acara helat FSN 2016, di Monumen Merpati Perdamaian, Pantai Muaro Lasak Padang.
  
Share:

Fragmen Siti Nurbaya Memukau Dipembukaan Festival Siti Nurbaya 2016

Fragmen Siti Nurbaya, Datuak Maringgih dan Samsul Bahri saling memperebutkan Siti Nurbaya, Rabu (7/9). 
(dokumen pribadi)
PADANG- Agenda tahunan Kota Padang, Festival Siti Nurbaya (FSN) 2016 kembali digelar oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk yang ke-6 kalinya sejak tahun 2011 lalu. FSN 2016 akan berlangsung empat hari, yang resmi dibuka dari tanggal 7 hingga 10 September 2016.

Pada pembukaan FSN 2016 di Monumen Tugu Perdamaian, Pantai Muaro Lasak kota Padang, Rabu (7/9) tamu undangan dan pengunjung disuguhi fragmen Siti Nurbaya yang dimainkan oleh Sendra Tari “Satampang Baniah” binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Padang.

Fragmen yang dibawakan “Satampang Baniah” membawakan kisah Siti Nurbaya dengan Samsul Bahri kekasihnya, tentang “Kasiah Tak Sampai” akibat kawin paksa oleh orangtuanya, dengan seorang kakek yang ringkih, yaitu Datuak Maringgih, hanya karena utang-piutang.
Share:

Pantai Padang Rajanya Sunset dan Langkitang



Menikmati sunset yang memukau di Museum Tugu Perdaimaian Pantai Muaro Lasak, Padang. (dok. pribadi)
Mencari tempat liburan sekaligus hiburan, zaman sekarang bukanlah sesuatu yang terlalu sulit. Menikmati pantai misalnya, tidak lah perlu jauh-jauh ke negeri orang, sebab di negeri sendiri lebih sensasi. Ya, salah satunya Pantai Padang yang dikenal dengan sebutan Taplau (Tapi Lauik) terletak di sepanjang jantung kota Padang, Sumatera Barat. Kita bisa menikmatinya mulai dari Muaro Pelabuhan Jembatan Siti Nurbaya di bawah kaki Gunung Padang, hingga sampai Muaro Air Tawar Padang. Sepanjang mata memandang pengunjung akan disuguhi keindahan pantai dengan deburan ombaknya.
Share:

Perlunya Sinergisitas se-Semesta dalam Pendidikan Semesta

“Ing ngarsa sung taladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Semesta berbicara, bahwa semboyan dalam bahasa Jawa itu masih melekat dibenak kita. Umumnya bagi yang bisa membaca tentu sudah pernah membacanya, minimal bagi yang memiliki telinga yang berfungsi dengan baik, tentu sudah tidak asing lagi mendengarnya. Semboyan itu digandrungi oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara ketika ia masih aktif menekuni dunia pendidikan, dan mendirikan pendidikan Taman Siswa 3 Juli 1922 silam. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia; “di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan.” 
Share:

TERKINI

POPULER

Ragam

TERKINI