Mengubah Diri Jadi Disukai


Judul               : Menjadi Pribadi Pemenang
Penulis            : Saleem Hardja Sumarna
Penerbit          : Galmas Publisher
Cetakan          : 1, Februari 2013
Tebal               : 132 Halaman
Harga              : Rp. 26.800,-
                                                                                                     
 “Penemuan terbesar dari generasi saya adalah bahwa manusia dapat mengubah hidupnya dengan cara mengubah tingkah lakunya.” Kutipan kata bijak dari Sir William James, tertera di sampul buku insprasi buah karya bernama pena Saleem Hardja Sumarna. Buku Menjadi Pribadi Pemenang ini menyajikan kiat-kiat menjadi seorang pemenang. Tiap tips yang disajikan di dalam buku ini bersifat sederhana tapi sangat ampuh. Pembaca akan dipandu dengan perspektif yang lebih luas dalam meraih cita-cita menjadi pemenang.
Menjadi seorang pemenang itu tidak semudah membalik telapak tangan. Buktinya tidak banyak yang berhasil jadi pemenang, meskipun setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih kemenangan. Maka untuk bisa meraih kemenangan seseorang harus bersedia mengubah hal-hal yang bisa diubah,
Share:

Hadiah Untuk Ibu



Siang itu, ada acara lomba Balap Mobil Mainan di sebuah desa. Acaranya sungguh istimewa, penonton membeludak, sungguh banyak memenuhi lokasi lomba. Suasana meriah dan ramai sekali, karena memang, karena waktu itu merupakan babak finalnya. Hanya ada empat peserta yang bisa menuju ke babak final. Semua peserta memamerkan mobilnya masing-masing. Semuanya mobil buatan sendiri, karena begitulah peraturannya.
Seorang anak bernama Guntur termasuk peserta babak final. Guntur memperlihatkan mobilnya yang begitu tidak istimewa. Sebuah mobil yang sangat jauh berbeda dengan mobil peserta lainnya. Nampak betul bahwa diantara peserta, mobil Gunturlah yang terlihat tidak sempurna. Sungguh sebuah mobil yang tidak menarik di mata semua orang.
Share:

Cerita Dalam Hujan


Malam itu, baru saja sesuap nasi yang kumasukkan dalam mulut, bunyi Talempong berdering memperanjatkanku. Memang musik Talempong itu kutetapkan sebagai nada pesan Selulerku. Aku berusaha meraihnya yang tergeletak di lantai samping dudukku.
“Hei, telepon dong. Bosan!”, sebuah pesan singkat yang sangat kukenal orangnya. Dia orang paling dekat, akhir-akhir ini selalu lengket menemani hari-hariku. Tanpa ba,bi,bu lagi langsung aku pencet tombol menuju nomor yang sudah kukenal itu.
“Maaf, pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan, harap isi ulang.” Sebuah suara protes operator itu membuatku kesal. Nampaknya operator itu tahu betul rupa kondisi pulsa di Selulerku, tanpa segan dia menyuruh mengisi pulsa pula.
“Hah, pantang! Tadi pagi baru diisi sekarang minta diisi lagi, boros” desahku.
Aku langsung beranjak menuruni anak tangga. Maklum saja, kamar kosku di lantai dua. Sebab kamar di
Share:

Katak Tuli Sang Juara



Suatu hari, ada sekelompok Katak kecil mengadakan sebuah perlombaan. Perlombaan itu mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Semua penonton sudah berkumpul mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberikan semangat kepada para peserta. Mereka ingin menyaksikan ide gila dan mustahil ini.
Setelah semua siap, perlombaan itu pun akhirnya dimulai juga. Para Katak-Katak kecil itu mulai memompa semangatnya. Mereka berpacu untuk mencapai puncak dengan berbagai strategi dan gaya. Ada yang mulai naik dengan gaya melompat, bahkan ada yang sangat hati-hati disaat pertama naik.
Ketika melihat lomba itu, banyak kejadian aneh dan lucu. Ada yang berlari sambil jungkir balik, jatuh terpeleset, dan tertelungkup. Anehnya lagi, bahkan ada para peserta yang tidak bisa naik walaupun sudah dia lakukan berulang kali. Sehingga hal itu membangkit tawa para penonton. Melihat kejadian itu, tidak ada satu pun penonton yang benar-benar percaya bahwa Katak kecil bisa berhasil mencapai puncak menara.
"Oh, jalannya terlalu susahhhhh!!!
“Ya, payah. Gimana caranya nih…” suara peserta lomba mulai mengeluh.n
Penonton pun melihat kejadian itu harap-harap cemas.
Mereka tidak akan bisa sampai ke puncak" sahut mereka.
"Saya yakin, tidak ada kesempatan mereka untuk berhasil. Menaranya terlalu tinggi.” Sahut Katak yang lain.
Cuaca pada hari itu terlihat mulai mendung dan semakin mendung. Meskipun masih pagi, namun mendung itu mempertandakan hujan akan turun. Benar, tidak lama kemudian hujan mulai mengucurkan air begitu deras dari langit. Keadaan perlombaan semakin gawat. Tantangan maupun resiko pasti semakin berat.
Jalan menuju ke puncak semakin licin. Suasana semakin seram. Katak-katak kecil itu semakin kedinginan. Air hujan terus mengalir. Pegangan Katak kecil itu sudah mulai longgar. Nampak satu persatu Katak-Katak kecil itu mulai berjatuhan. Katak-katak kecil itu sangat banyak yang terjatuh dan luka parah.
Share:

Puisi Seutas Kita Pada Tuhan



Sepotong Nyawa

Untuk sepotong nyawa
Hidup ini sulit tanpa mengayun langkah
takkan tembus busur tanpa tarikan tangan
takkan bisa bangkit tanpa anggukan

Hidup ini lelah
di sawah kerbau berkubang biar kenyang dalam kandang
mengumpan lintah-lintah darat haus darah
beribu nyawa jadi taruhan, pada-Mu kuserahkan

Demi sepotong nyawa
Hidup ini menantang, berjuang dalam malang
untuk sepucuk kemenangan menuju kedamaian
Share:

Puisi untuk Hati yang Hilang


Tuhan, Katakanlah

Salahkah;
Aku merindu pada makhluk-Mu yang tak merindui aku
Kadang aku ingin seperti burung pipit di atas sana
merentang sayap, mengitari udara leluasa
mengurai kicau indah, berbalas senyum merekah
bernyanyi di ranting, di pematang sawah
selalu berdua, bahagia dan suka cita bersama

Sedangkan aku kini;
Sebongkah titisan do’a telah kubaca dalam kekhusukan
Banyak rabab lama telah kudendang dalam risalah pesan
Tak nampak mendung di atas awan
datangnya hujan memberi jawaban

Tuhan, katakanlah padanya
Rindulah aku sedetik saja

Air Tawar, 14/12/12


Adakah Yang Tahu

Rinduku itu bagai hujan pada kemarau
tak sabar menyiram untuk memberi kedamaian

Rinduku itu bagai siang pada malam
takut terang akan lenyap pada kegelapan
cemas sinar bulan akan tiba

Jangan cari tahu, tak usah
Rinduku itu menyiksa
menumbuk remuk dalam dada
untuknya

Air Tawar, 14/12/12


Walau Sekali Saja

Wajib tahu agak sekali
Di sini hati memagut rindu padamu
bagai magnet bumi pada langit
menarik hujan, agar turun menyirami jiwanya
meski badai melintas sebagai pembatas

Agak sekali juga bila malam tiba
Dalam sunyi aku mencari cara mencuri hati
mengejar bayang dalam tayangan ragamu
merangkul sepi menanti jiwa yang tak pasti

Sekali lagi berhak tahu, meski apa maksudnya
yang ada rasa gemuruh pada dada yang luka
mungkin cinta

Air Tawar, 14/12/12

Desember Hatiku Patah
Semua akan tahu kini bulan dua belas
Bulan akhir tahun, bulan mendesah pada mata yang basah
Bulan Desember berisi kumpulan sajak cinta di atas kertas
Hatiku menuntun sebuah kisah yang memelas
dan bertanya, adakah cinta ini berbalas?

Siapa yang percaya ini di penghujung tahun 
Memahat hati dengan jiwa bertahun tertimbun
Tanpa ada sesal berbaring tanpa alas dan kelambu
Meski tertidur dalam duduk termangu menunggu
pada dia yang kurindu

Tak akan ada yang tahu
Selain hatiku yang menggebu, patah, dan berdebu

Air Tawar, 30/12/12

Kuku Patah, Benang Basah
Mungkinkah, kuku yang telah patah bisa terlihat indah lagi
sedangkan daging jari teriris diraut pisau tajam dan berasam
Mungkin ia panjang dan berkilau, sedangkan sisanya tipis sekerat
bentuknya tak menyimpan rona cahaya, kusam dan berkarat
kini menyimpan jari tak lagi memikat

Dapatkah, kembali mengurai benang menjadi kain indah
sedangkan benangnya tertumpah basah tak bisa ditegakkan
dasar-dasarnya telah lapuk, mudah patah bila digerakkan
warnanya tak lagi sama, rautnya juga terpaut pada benang rebah

Izinkan aku
Mengurainya dengan tiupan panas roh-roh jiwa sajak cinta
meski satu helai benang susah payah nafas bertiup dari uratnya
agar helaian benang tertiup bisa menerima lagi belaian jari-jarimu leluasa
tanpa menunggu esok akan tiba

Air Tawar, 06/01/12

* untuk hati yang hilang
Puisi-puisi ini pernah dimuat di Media Harian Singgalang, 27 Januari 2013
Share:

Puisi untuk Sepotong Hati


Maaf, Do’a Kita Berbeda

Do’amu;
“semoga Tuhan perkenankan kita mengecup kekasih hati yang berbeda,
 tempat melabuhkan rindu, menyandar penat menghilang pekat,
 melebur pelipur lara dalam dada.”

kau bersyair pada Tuhan
berharap setelah senja, datang pangeran berkuda putih
kau berucap harap dalam nazar
semoga bahagia datang menjemput angan
do’amu menggumam lirih hatiku pedih

maaf, dalam diam aku berpaling meng”Amin”kannya
dalam senyum renyah hatiku terenyuh mendesah
mendengar dengung do’amu melintas hatiku patah
Share:

Perempuan dalam Transformasi Indonesia


Judul               : Anak Ilalang
Penulis            : Chicha Kuswoyo Edison
Penerbit          : Madani Pressindo
Cetakan          : 1, April 2012
Tebal               : 166 Halaman
Harga              : Rp. 28.500,-

Sebuah buku yang berjudul Anak Ilalang merupakan maha karya seorang penulis yang bernama lengkap Chicha Kuswoyo Edison, yang akrab dipanggilan Chicha Ke. Seorang yang berstatus mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Bengkulu, yang bertanah kelahiran di Muara Nilau, Lubuk Linggau. Chicha Ke sukses merilis sebuah buku sederhana dengan bahasa sederhana pula.
Cerita-cerita dalam buku Anak Ilalang ini ditulis dengan sangat menarik. Sarat dengan makna nilai-nilai religius dan spiritual, yang menggetarkan jiwa. Disajikan dengan bahasa sederhana, namun asyik dibaca, sekaligus bernilai. Dirangkai dengan bahasa yang renyah, tapi menyentuh hati. Kadang membuat pembaca tersenyum bahkan tertawa sendiri, tapi tanpa sadar air mata juga bisa mengalir dibuatnya.
Share:

Kisah-kisah Penggugah Jiwa


Judul               : Dari Batu Menjadi Bara
Penulis            : Afin Murtie, et al
Penerbit          : Jogja Bangkit Publisher
Cetakan          : 1, 2012
Tebal               : 244 Halaman
Harga              : Rp. 36.000,-
                                                                                                     
“Mustahil adalah kata yang hanya akan ditemukan di kamus orang tolol.”
(Napoleon Bonarparte)

Kutipan di atas cukup mewakili kisah-kisah yang ada dalam buku yang berjudul Dari Batu Menjadi Bara, buah karya Afin Murtie, dkk. Kadang banyak orang yang berpikir bahwa melakukan sesuatu yang aneh tidak bisa meraih sukses. Padahal kenyataannya, melakukan sesuatu yang aneh itu, membuat kita berbeda dengan yang lain. Lambat-laun sesuatu yang beda itu bisa membawa ke puncak sukses, walau hal yang konyol sekali pun.
Buku ini mengupas segala kesuksesan yang menggetarkan hati semua orang. Buku ini menceritakan orang-orang sukses dengan melakukan hal yang tidak biasa. Para peraih sukses yang terkenal ini tentu saja tidak selalu berjalan mulus, namun kegigihan dan kebulatan tekad yang mengantarkan mereka ke puncak kejayaan. Kegagalan tidak pernah memundurkan langkah mereka. “Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi, tapi dengan cara yang lebih cerdas.” Salah satu ungkapan Henry Ford.
Share:

Buah Manis Ikhlas dan Sabar


Judul               : Cermin Hati Ikhlas dan Sabar
Penulis            : Enno El-Khairity
Penerbit          : Elex Media Komputindo
Cetakan          : 1, September 2008
Tebal               : 202 Halaman
Harga              : Rp. 32.000,-
                                                                                                     
Ikhlas bukan sekedar bersih hati, bukan berarti pasrah dalam cobaan, juga bukan mengikuti arus air, karena air yang mengalir begitu saja belum tentu menuju tempat yang benar. Sabar, bisa jadi cara kita berlapang dada atas musibah yang menimpa, dan memahaminya sebagai takdir yang harus dijalani sambil terus berusaha mencari pemecahannya. Ikhlas dan sabar, mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan. Mungkin kita butuh cermin untuk bisa ikhlas dan bersabar.
Kesabaran bukanlah kata yang gampang diucapkan, tetapi merupakan bentuk keikhlasan kita untuk lebih bisa menerima kenyataan yang ada. Hal itulah yang digambarkan Cermin Hati Ikhlas dan Sabar buah karya penulis yang bernama Enno El-Khairity. Buku ini berkisah tentang gambaran-gambaran hati yang ikhlas dan sabar tersebut. Di dalam buku ini terdapat 25 kisah nyata tentang keikhlasan dan kesabaran seseorang. Cerita-ceritanya sangat menyentuh yang mampu membuat kita lebih kuat untuk berlaku ikhlas dan sabar.
Enno mengungkapkan cerita-cerita di dalam buku ini dengan santai, yang benar-benar menggambarkan sebuah kenyataan. Salah satu cerminan hati ikhlas, Hati yang Mendua yang menceritakan tentang seorang suami yang mencintai wanita lain. Wanita itu tidak lain adalah rekan kerjanya sendiri. Keadaan seperti tentunya merupakan ujian yang berat bagi seorang istri. Berbagai cara telah dilakukan oleh sang istri untuk menghentikan niat suaminya.
Share:

Pemimpin Berjiwa Rocker


Judul               : Jokowi Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker
Penulis            : Yon Thayrun
Penerbit          : Noura Books
Cetakan          : 1, Maret 2012
Tebal               : 254+8 Halaman
Harga              : Rp. 38.000,-
                                                                                                     
“Musik rock adalah kebebasan.
Musik rock itu liar, tegas, semangat, dan mampu mendobrak perubahan.

Salah satu kutipan dalam buku Best Seller yang berjudul Jokowi Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker. Buku buah karya Yon Thayrun ini berisikan sekelumit kisah tentang seorang Wali Kota yang sangat fenomenal. Wali Kota yang berhasil memimpin daerah Solo dengan gemilang dalam dua periode ini bernama lengkap Ir. H. Joko Widodo. Sekarang akrab disapa Jokowi, sebuah panggilan dari pelanggan bisnis mebelnya di Perancis.
Cerita dalam buku ini juga mengupas tentang kehidupan Jokowi ketika kecil. Jokowi tumbuh dalam kondisi keluarga serba pas-pasan. Semasa kecil dia tidak pernah menetap lama pada satu rumah. Rumahnya selalu berpindah-pindah dari satu bantaran kali ke bantaran kali yang lain. Wali Kota yang menyukai musik Rock ini, bersama keluarganya ia pernah menjadi penghuni liar di Pasar Kayu.
Share:

Kisah Cinta Nafsu dan Iman


Judul               : Pelangi Cinta di Atas Sajadah
Penulis            : Mohammad A. Syuropati
Penerbit          : Syura Media Utama
Cetakan          : 1, Mei 2012
Tebal               : 144 Halaman
Harga              : Rp. 23.800,-
                                                                                                     
Ya Allah, Tuhan sekalian alam! Hari ini hatiku gelisah, hamba takut kehilangan dia. Tolonglah hamba! Demi cintaku kepada-Mu dan demi cintaku kepadanya, semoga Engkau selamatkan dia dari segala marabahaya! Amin.

Sepotong do’a yang diucapkan oleh seorang gadis kepada-Nya untuk kekasihnya yang sedang melaut. Do’a yang diucapkan oleh gadis yang berhati mulia itu sebagai tanda cinta pada sang kekasih hati, yang sedang mengarungi badai di lautan untuk mencari nafkah, atas izin dari-Nya. Do’a itu ditemukan pada sebuah cerita yang berjudul Kemilau Cinta Seorang Nelayan, yang dimuat pada antologi cerpen yang berjudul Pelangi Cinta di Atas Sajadah.
Buku antologi cerpen Pelangi Cinta di Atas Sajadah ini merupakan buah karya tangan seorang penulis bernama Mohammad A. Syuropati. Antologi cerpen cinta penyejuk iman ini memuat sebanyak 15 buah kisah-kisah religius yang sangat menggugah. Kisah-kisah yang ada dalam antologi ini ditampilkan oleh penulis dengan bahasa yang sangat sederhana sekali, sehingga pembaca bisa lebih memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Share:

Mendaras Cinta dalam Perbedaan


Judul               : Saung Naga
Penulis            : Ferry Irawan. AM
Penerbit          : Pustaka El-Syarif
Cetakan          : Pertama
Tebal               : 405 Halaman
Harga              : Rp. 40.000,-

Siapakah engkau, terimalah aku
dengan segenap hidup dan cinta kekanak-kanakkanku.”

Sepotong kutipan yang sangat menyentuh, dan sudah cukup mewakili isi cerita sebuah roman yang berjudul Saung Naga ini. Roman Saung Naga merupakan hasil maha karya seorang penulis yang tentunya tidak asing lagi bagi pembaca. Ferry Irawan. AM, seorang penulis yang sudah malang melintang di kancah kepenulisan Indonesia. Beberapa tulisannya mendapat sambutan yang antusias dari pembaca, baik puisi, cerpen, maupun esai.
Karya-karya yang dihasilkan dari tarian jari-jari tangannya cukup banyak, salah satu karyanya yang sangat booming, seperti novel Umang, yang telah dipublikasikan secara seri oleh Koran Regional Berita Pagi Palembang. Selain itu, karyanya yang berjudul Saung Naga ini juga telah dipublikasikan secara bersambung di media Musirawas Ekspres (Jawa Pos Group). Hal bisa itu membuktikan adanya nilai dan mutu karya yang dihasilkannya.
Share:

Entrepreneur dan Cinta Sejati


ENTREPRENEUR DAN CINTA SEJATI

Judul               : Empat Sekawan dan Cinta
Pengarang      : Antonius Tanan dan Fanny J Poyk
Penerbit          : Elex Media Komputindo
Tebal               : 218 Halaman
Harga              : Rp. 39.800,-

Buku yang berjudul Empat Sekawan dan Cinta merupakan buah karya dua orang penulis yang menceritakan tentang perjalanan hidup entrepreneur. Buku yang mengisahkan tentang Empat sekawan ini banyak mengandung nilai sosial dan motivasi. Cerita di dalam buku ini pada umumnya berlatarkan daerah Kota Jakarta. Penulis merangkai kata dengan luar biasa, menggunakan bahasa yang ringan dan sangat mudah dimengerti.
Awal kisah di dalam cerita ini pertemuan Empat orang remaja, terdiri dari Aldo, Alex, Arman, dan Adhi. Semua namanya berawalan A dan dengan tanggal lahir yang berdekatan pada bulan Agustus, sehingga mereka memberi nama Klub Agustus. Mereka mulai saling mengenal ketika masuk ke salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta. Latar belakang yang berbeda membuat mereka saling akrab dan saling mengisi satu sama lain hingga ke Sekolah Menengah Atas (SMA).
Share:

Perjalanan Menuju Keabadian Cinta


Judul               : Sebait Cinta di Bawah Langit Kairo
Penulis            : Mahmud Jauhari Ali
Penerbit          : Araska
Cetakan          : 1, Oktober 2012
Tebal               : 214 Halaman
Harga              : Rp. 31.500,-
                                                                                                     
“..... dia setia kepada Tuhannya. Juga kepada nabinya daripada memilih hidup bersama kemarahan dan dendamnya. Farisa wanita yang setia, Ivan. Dia cocok untukmu.”

Sepotong kutipan yang diucapkan oleh Otec Ivan ketika merestui Ivan dengan tambatan hatinya. Novel islami berjudul Sebait Cinta di Bawah Langit Kairo merupakan buah karya Mahmud Jauhari Ali. Seorang penulis yang tidak begitu asing lagi bagi pembaca. Mahmud Jauhri Ali memberi tema cinta dalam novel ini. Mengisahkan sebuah perjalanan asmara untuk menuju keabadian cinta yang sesungguhnya. Mahmud mengungkapkan dengan bahasa yang mudah dicerna, sehingga ceritanya mengalir begitu saja.
Diawali dengan kisah seorang pemuda yang bernama Ivan Mustova. Seorang alumni Universiti Imeni M.V. Lomonosova di Rusia. Ivan seorang pemuda campuran Kairo Mesir dan Rusia. Ibunya keturunan Kairo selingkuh dengan laki-laki lain, sehingga umur 15 tahun Ivan diboyong ke negara asal ayahnya, Rusia. Ivan menempuh rentetan pendidikan di Rusia sampai bekerja sebagai tenaga ahli di cabang LUKOIL Mesir.
Suatu ketika, Ivan mendapat tugas untuk ke Kairo. Sebelum berangkat, Ayahnya berpesan jangan sampai jatuh cinta dan mencari istri di daerah Kairo Mesir. Ayahnya takut Ivan dikecewakan seperti Ibunya yang selingkuh. Ayahnya pun beranggapan bahwa wanita Kairo semuanya penghianat cinta. Sewaktu keberangkatan, di Bandara Domodedovo Ivan bertemu dengan seorang gadis berjilbab yang berasal dari Kairo.
Share:

TERKINI

POPULER

Ragam

TERKINI